Home Berita Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Magang di Radio

Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Magang di Radio

384 views
0
SHARE

Mahasiswa semester VII Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) melaksanakan praktikumdi Radio. Ada tiga program yang harus dipenuhi peserta selama magang satu bulan tersebut. Pertama siaran atau announching, baik on air (siaran langsung) maupun off air (siaran rekaman), kedua proses berita atau jurnalistik dan ketiga produksi rekaman.

Mahasiswa KPI tahun ini magang di tiga lokasi yaitu radio Bonansa, Brass dan Tasma. Masing-masing radio ditempati 3 mahasiswa. Salah satu lokasi magang yaitu Radio BonansaFM berlokasi di Jl. KH. Agus Salim 126 Kediri. Selama sebulan, mulai dari 18 Januari hingga 20 Februari 2016.

Mahasiswa banyak mendapatkan ilmu dan wawasan baru tentang dunia radio. Dari 3 target yang ditentukan fakultas hanya satu yang belum terpenuhi, yakni siaran on air. Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Walaupun penyiar di sini terbatas, untuk menjadi penyiar yang siap tampil tidak semudah yang dibayangkan. Perlu ada pelatihan khusus dan ada perekrutan resmi dari perusahaan. Kecuali jika memang yang bersangkutan sudah mempunyai pengalaman di bidang kepenyiaran. Selain itu terbatasnya waktu magang juga menjadi faktor lain. Namun demikian bukan berarti mahasiswa tidak mendapat apa-apa di sana.

Salah satu program dari fakultas adalah jurnalistik, diharapkan kami dapat mengetahui sekaligus dapat mempraktekkan bagaimana proses perjalanan suatu berita, mulai dari pencarian oleh wartawan hingga disajikan oleh penyiar. Proses jurnalistik diradio diawali dengan penentuan topik dan obyek berita,dalam hal ini diperlukan akses informasi yang luas agar mendapat berita yang bermutu. Setelah itu mencari informasi dengan langsung datang ke lokasi kejadian atau narasumber dan merekam apa-apa yang disampaikan. Karena berita yang akan diolah adalah berita radio, kekuatan beritanya ada di keakuratan rekaman dengan narasi.

Begitu berita sudah didapat susun narasi dan rekam di ruang produksi, selanjutnya memadukan rekaman wartawan atau penyiar dengan narasumber lewat program komputer. Setelah siap tidak lupa mengkonfirmasi berita terlebih dahulu kepada narasumber terkait. Jangan sampai ketika disiarkan ternyata beritanya tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga justru mencoreng nama baik narasumber dan stasiun radio yang menyiarkan berita tersebut, setelah itu berita siap diudarakan.

Di radio Bonansa program berita dapat disimak pada pukul 7 pagi dan pukul 5 sore. Olahan berita hasil pencarian teman-teman magang KPI Tribakti juga pernah diudarakan. Antara lain liputan santri anak-anak di ponpes Al Mahrusiyah pada 6 Februari 2016, kajian valentine pada 13 Februari 2016 dan liputan kuliner ubi cilembu pada 20 Februari 2016. [amin]