Diskusi Komunitas Mahasiswa Psikologi Kediri

Mahasiswa Psikologi Islam Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri dan Mahasiswa Psikologi STAIN Kediri yang tergabung dalam komunitas Mahasiswa psikologi Kediri menggelar diskusi psikologi  Indiginous Bersama Siswa Siswi SMAN 1 Wates  pada senin 23 Januari 2017  di pendopo situs resmi  Bung karno Wates kediri. Diskusi juga di hadiri oleh Sunarno S.Psi,M.A selaku dosen pembimbing dan ki Russidiq wachid Harisna yang memang seorang budayawan dan pemateri diskusi tersebut.

Berbicara budaya bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia apalagi Jawa, Indonesia adalah salah satu dari negara di dunia yang memiliki budaya yang sangat banyak, contohnya saja musik gamelan. Musik gamelan adalah alat musik tradisional jawa yang eksistensinya hampir di lupakan oleh masyarkat, entah di anggap sebagai alat musik kuno, ketinggalan atau  bahkan kampungan, tapi faktanya orang orang barat sekarang malah tertarik untuk mengkaji bunyi instrumen alat musik jawa ini. Bunyi musik yang khas di manfaatkan untuk terapiautik khususnya bagi penderita penyakit jiwa di kalangan orang barat seperti stress dan gangguan kiea lainya. bagian ini yang menarik…! bagaimana bisa musik gamelan di gunakan sebagai terapi?

Musik gamelan terdiri dari beberapa alat musik di antaranya Gendang, Saron, Demung, Gambang, Gender, Kenung, Bonang, Gong dll. Masing masing alat musik memiliki peran yang berbeda beda namun saling melengkapi satu dengan yang lain, sehingga mampu menciptakan bunyi nada yang harmoni. Inilah yang membuat saya tertarik untuk mengkaji musik gamelan dari perspektif psikologi, karena musik gamelan memiliki has irama musik jawa yang mencerminkan keselarasan hidup, sebagaimana prinsip hidup yang di anut oleh orang jawa yakni sikap gotong royong ,saling melengkapi dan seimbang sehingga komposisi musik yang lengkap ini membuat perasaan jiwa menjadi tentram. Ujar ki Russidik selaku pemateri (ANJAR AZHAR)

Dokumentasi:

   

Mahasiswa Psikologi Islam Tribakti Mengikuti Seminar di STAIN Kediri

Seminar Ilmiah dengan tema persatuan bangsa pada tanggal 14 Januari 2017 yang di adakan oleh DEMA Psikologi Islam STAIN Kediri dan anggota ILMPI (Ikatan lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia) yang bertempat di aula rektorat lantai 4 kampus STAIN kediri berjalan dengan lancar, seminar yang juga di hadiri oleh Prof. Drs tadjoer M.Pd dari Jombang selaku pemateri di ikuti dengan seksama oleh peserta seminar.

Peserta yang datang dari berbagai penjuru di antaranya UTM Madura, UNTAG Bojonegoro, IAIN Tulung Agung UTS Sumbawa, UNDAR Jombang, UNMUH Jember, UIN Surabaya, Universitas Yudartha Pasuruan, Universitas Negeri Malang, Univeritas Merdeka Malang, Univeritas Negeri Surabaya, STAIN Kediri dan IAIT Kediri, yang tergabung dalam ILMPI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia) wilayah V Jatim, Madura dan Bali.

Seminar ini bertujuan untuk mengembalikan lagi rasa nasionalis dan rasa patriotis pada diri mahasiswa yang memang menjadi agen of change, apalagi di era zaman sekarang yang memang sudah terkikis dan terdegradasinya rasa jiwa untuk bernasionalis dan berpatriotis pada diri masyarakat. Dan seminar ini juga bertujuan agar mahasiwa psikologi yang tergabung ILMPI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia) ikut berperan aktif dalam mewujudkan wawasan kebangsaan terutama ideologi pancasila yang sekarang sudah mulai hilang pada diri masyarakat indonesia. Ujar Riza Ma’rifatuz selaku ketua pelaksana Tersebut. (Anjar Azhar)

Bakti Sosial BEM Fakultas Dakwah dan Tarbiyah di DS. Jugo Kec. Mojo

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah  kembali mengadakan kegiatan Bakti Sosial (BAKSOS)  tahunan  2016. Kegiatan ini bagian dari kewajiban menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi  yaitu Pengabdian Masyarakat. Baksos dilaksanakan pada tanggal 25 desember  2016 – 3  januari 2017 di desa Jugo Kec. Mojo Kab.  Kediri.

Bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah,  pada baksos kali ini  kita menghadirkan beberapa program  berbasis masjid  dan  pengobatan gratis kepada warga masyarakat ujar  Anjar  selaku Wakil Gubernur BEM-FD. Ada banyak agenda  penting pada baksos kali ini, diantaranya menghidupkan kegiatan masjid seperti mengajar TPQ, Tadarus Al-Qur’an dan Selain itu, ada juga agenda pengobatan gratis yg  dilaksanakan  pada 29 desember 2016 yg bekerja sama dengan Rumah  Zakat  Kota Kediri dan 31 desember  2016 bekerja sama dengan klinik herbal akupuntur kota kediri.  Selain kegiatan itu, pada kesehariannya mahasiswa juga membantu kegiatan-kegiatan warga, seperti mengambil rumput, memeras sapi, bertani di ladang dan lain sebagainya.

Bapak  Jayadi selaku kepala desa jugo mengucapkan rasa terima kasih yg sebesar-besarnya kepada para mahasiswa yg telah meluangkan waktunya untuk berbagi dan belajar bersama masyarakat desa jugo. Kegiatan baksos kali ini saat bermanfaat bagi warga kami karena mahasiswa dapat membaur menjadi satu bersama warga masyarakat sekitar. Banyak  dari warga yg memberi masukan agar tahun depan diadakan baksos lagi disini imbuhnya pada acara penutupan baksos. (Khadikul Fikri)

Page 1 of 11