Pengabdian Masyarakat dilingkungan sekitar Lokalisasi Kota Kediri

Fakultas dakwah Institut Agama Islam Tribakti Kediri melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka menjalankan kewajiban Tridharma perguruan tinggi. Bentuk pengabdian yang dilakukan berupa program pemberdayaan tunawisma sebagai wujud kepedulian terhadap nasib masyarakat miskin yang berada di Jl. Terusan Mayor Bismo Gg. Makam Kelurahan Semampir Kota Kediri.

Program pemberdayaan yang dilakukan oleh fakultas dakwah mendapat bantuan dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) tahun anggaran 2013. Tujuan dari kegiatan ini ingin merubah mindset tunawisma, cara berpikir yang negatif menjadi positif, buruk menjadi baik. Beberapa upaya yang dilakukan dalam merubah itu di antaranya kegiatan diskusi keagamaan, salat berjamaah, tahlilan, yasinan istigosah dan membiasakan diri untuk kumpul di mushola.

Upaya lain yang dilakukan berupa pengembangan keterampilan berwirausahaseperti keterampilan penggemukan kambing, budidaya lele, penanaman sayur dalam polibek dan pengijauan. Secara keseluruhan proses kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan baik dalam jangka waktu 2 bulan pendampingan. (dwi)

Foto Dokumentasi selengkapnya klik disini 
 

Seminar Literasi Media Forkom Wil I (Jatim-NTB)

Untuk menambah wawasan pengetahuan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Wil I Jatim dan NTB, diadakan lah Seminar Literasi Media pada acara FORKOMNAS Wilayah I Jawa Timur dan NTB yang dilaksanakan di IAIN Mataram NTB pada tanggal 30 Januari 2014.

Dari Fakultas Dakwah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIT Kediri mendelegasikan tiga mahasiswa untuk hadir di IAIN Mataram yaitu Haidar Hikam, Cecep Winarno dan Umar Zanky Dautsat.

Seminar yang bertemakan “Memahami Karakter Media Hari Ini untuk Membuat Regenerasi yang Memegang Idealitas” dihadiri oleh tiga narasumber yaitu Alri Pamuntjak kepala stasiun TVRI NTB, Badrun AM kepala KPID NTB, Sandi Amaq Rinjani SIF Institut FILM, mereka satu persatu menjelaskan kepada teman-teman KPI WIL I tentang apa itu media, ciri-ciri media, macam-macam media dll. Akan tetapi para narasumber lebih memfokuskannya ke pada media televisi.

Sebagai kepala KPID NTB, Badrun menerangkan sifat positif media yaitu media dapat memberikan informasi/pengertian bagi yang mengonsumsinya contohnya orang yang belum mengerti bahwa ada merek lain selain pasta gigi pepsodent dll, media pula dapat dijadikan sebagai ajang untuk mengembangkan diri, media juga memfasilitasi hubungan sosial dan media sebagai sarana hiburan dari kepenatan atau ketegangan setelah beraktifitas berat. Selain itu Badrun juga membeberkan kerugian atau sifat negatif dari sebuah media yaitu adanya destonasi informasi oleh informan, diamatisasi realita, melanggar privasi hingga membunuh kreativitas dan mengajarkan hal-hal yang tidak pantas.

Sedangkan Alri Amaq Rinjani sebagai kepala stasiun TVRI lebih menjelaskan tentang media TV. Media TV itu mampu memberi informasi, mendidik penonton, memengaruhi penonton, menghibur penonton hingga menakuti penonton. Akan tetapi siaran televisi dewasa ini lebih banyak menampilkan kontroversi sehingga memecah belah masyarakat, selain itu sumber-sumber yang bersifat alamiah sudah tercemar oleh industrialisasi dan televisi sekarang banyak yang merusak imajinasi masyarakat karena banyaknya acara televisi yang tidak sedikit menayangkan kekerasan.
Acara televisi pada umumnya dimahkotai oleh adegan-adegan manipulatif yang menguasai hidup dan finansial banyak orang dan tanpa kita sadari pula media televisi sudah banyak membius dan memperalat masyarakat, buktinya tren anak muda sekarang tidak jauh-jauh seperti gaya para artis di film yang dia gemari atau sering ia tonton setiap harinya.

Bila bapak Badrun dan Alri banyak membahas tentang media dan pertelevisian dewasa ini, Sandi lebih memberikan motifasi kepada teman-teman KPI WIL I Jatim-NTB untuk menciptakan sebuah film atau acara televisi yang menarik sekaligus mendidik karena untuk saat ini acara televisi yang berbobot yang memiliki kualitas baik untuk mendidik sudah sangat langka malah hampir tidak ditemukan. Generasi saat ini hidup di dunia tumpang tindih serba cepat dan setengah-setengah, sehingga banyak lahir anak-anak posmo yang lahir dan hidup di dunia tumpang tindih dan menikmati interaktif multimedia.

Diakhir acara para narasumber memberikan pesan agar para mahasiswa komunikasi dan penyiaran islam dapat menjadi pendakwah multitalenta yang happy anding, menjadikan media saat ini sebagai media yang dapat meningkatkan kreatifitas, inovasi, motifasi bagi manyarakat khususnya di media televisi. (hdr)

Page 1 of 11