Mahasiswa KPI Kunjungi Radar Kediri

Kediri, 17 Desember 2016. Bustomi Mustofa selaku dekan Fakultas Dakwah IATI Tribakti Kediri menegaskah bahwa sekitar 38 persen materi perkuliahan yang dipelajari jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam adalah jurnalistik. Hal ini disampaikan di ruang rapat redaktur Radar Kediri Jawa Pos Group saat mendampingi observasi studi semester V beserta dosen pengapu amalia Rosyadi Putri. Ini adalah untuk kesekian kalinya mahasiswa KPI belajar langsung pada sumber primer, mempelajari manajemen media masa di kantor produsen koran harian terbesar, Jl Raya Gampeng 45 Gampengrejo Kediri. Rombangan tiba sekitar pukul 11 WIB dan disambut oleh wartawan dan redaktur. Kemudian agenda dilanjutkan presentasi profil radar Kediri beserta paparan materi tentang kegiatan produksi koran Jawa Pos Radar Kediri beserta manajerialnya sebagai media masa. Continue Reading

Observasi Studi Tour ke SLB PembinaTk. Nasional Malang

Mahasiswa dan Dosen Program Studi Psikologi Islam Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri melakukan Observasi Studi Tour (OST) ke SLB Pembina Tk. Nasional Malang tepatnya pada hari Selasa 22 Maret 2016. Lokasi yang dikunjungi sengaja memilih SLB Tuna Grahita tepatnya Jl. Dr. Cipto VIII / 32 Lawang-Malang. Di sekolah luar biasa (SLB) ini memang memiliki fasilitas sarana dan prasarana pembelajaran cukup memadai. Ada bengkel ITC, bengkel Kriya Kayu, bengkel Kriya Keramik, bengkel music, bengkel otomotif, bengkel tata boga, tata busana dan tata rias. Selain itu tenaga pendidik atau guru juga memiliki kualifikasi dan kompetensi yang cukup memadai. Kondisi fisik SLB pun seperti lahan cukup luas, lingkungan yang nyaman, aman, dan kondusif.

Kegiatan ini dimaksudkan dapat memberi pengalaman, pemahaman dan pengetahuan bagi mahasiswa tentang kondisi nyata pada anak-anak berkebutuhan khusus dalam belajar di sekolah luar biasa (SLB) dengan fasilitas sarana dan prasarana yang ada, selain itu bisa membangun komunikasi baik secara personal maupun sosial. Ujar Jauhar Fuad selaku Wakil Dekan I

Kegiatan diawali sambutan penerimaan oleh Yuni Astuti Kepala Sekolah SLB dan Ahsan Ramadlon selaku wakil manajemen dengan memaparkan profil singkat lembaga tersebut. Sedangkan sambutan dari kampus diwakili oleh Bustomi Mustofa Dekan Fakultas Dakwah tentang maksud dan tujuan kegiatan observasi ini yang melibatkan sebanyak 50 mahasiswa prodi Psikologi Islam dan 8 dosen dan diakhiri dengan penyerahan cinderamata.

Setelah acara sambutan berakhir, selanjutnya mahasiswa dibagi menjadi 3 kelompok bersama dosen diajak berkeliling untuk melakukan observasi, wawancara dan membeli beberapa karya hasil siswa siswi SLB yang ada di beberapa bengkel-bengkel. Seperti minuman sari apel yang ada di bengkel tata boga, vas bunga dan assesoris kantor dari kayu di bengkel kriya kayu, hasil kerajinan tangan dan pakaian di bengkel tata busana dan lain-lain. (Ost)

Dokumentasi Foto Kegiatan

     
       
       
       
       
       
       
       

Dokumentasi Video Kegiatan

Kunjungan ke Sanggar Sekar Jagad

IAIT Kediri.-Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri, mengadakan kunjungan ke Sanggar Sekar Jagad Dukuh Kotakan, Desa Bakalan, Kecamatan Polokarto, Kab. Sukoharjo Pimpinan Joko Ngadimin, Kamis (24/01/2015). Rombongan tiba di Sekar Jagad pukul 11.30 WIB, di sambut oleh ibu Joko, pemilik sanggar.

Kunjungan yang dipimpin oleh Wakil Rektor II Drs. Imam Thaulabi, M.Pd.I., dimaksudkan untuk menindaklanjuti hasil penelitian Fakultas Dakwah di sanggar Sekar Jagad beberapa bulan yang lalu. Adapun fokus penelitian Fakultas Dakwah adalah “Deradikalisasi paham radikal melalui sanggar seni” dengan mendapatkan bantuan Penelitian sepenuhnya dari Kementerian Agama Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS) .

Lebih lanjut, Thaulabi menjelaskan, tindaklanjut yang dimaksud adalah adanya kesinambungan kerjasama antara kedua belah pihak yang nantinya dapat berdampak positif bagi keduanya, semacam pengiriman mahasiswa untuk mengikuti dan belajar lebih lanjut ke Sekar Jagad. “Lebih jauh, setelah penelitian ini, kami berharap ada kerjasama yang berkesinambungan, semacam itu pendelegasian beberapa mahasiswa untuk mengamalkan Tridarma Perguruan Tinggi di Sekar Jagad”, jelasnya.Perlu diketahui bahwa, selain Wakil Rektor II, Drs. Imam Thaulabi, M.Pd.I., kunjungan itu juga diikuti oleh Wakil Rektor III, Ali Imron, M.Fil.I., Wakil Dekan II Fakultas Dakwah, A. Jauhar Fuad, M.Pd., Wakil Dekan III Dakwah, M. Arif Khoiruddin, M.Pd.I., Ka. Prodi KPI, Drs. Bustanul Arifin, M.Pd.I., Kaprodi Psikologi Islam, Dra. Hj. Susiati Alwy, M.Pd.I., dosen sekaligus Kepala Jurusan Prodi KPI UIN Sunan Ampel Surabaya, Drs. M. Anis Bachtiar, M.Fil.I., serta Staff akademik Fakultas Dakwah IAI Tribakti Kediri. (Dya’)

SATU JAM BERSAMA BAYU DWIHANTO KUNCOHYONO

Bayu Di sela sela kunjungan, beberapa dosen sempat berdiskusi dengan salah satu dewan pengarah atau konseptor Sekar Jagad, Bayu Dwihanto Kuncohyono. Mengawali diskusi, Bayu Dwihanto membuka realita perfilman di Indonesia yang semakin pesat. Di awali dari bagaimana proses peredaran film di Indonesia hingga ke proses produksi Film, yang kebetulan Bayu memiliki terobosan-terobosan untuk memproduksi Film secara sederhana.

“Kebetulan saya lagi menggarap diktat tentang proses pembuatan Film yang sederhana”, jelasnya sambil menunjukkan diktat tersebut yang masih di dalam netbook.Terobosan-terobosan sederhana Bayu tentang pembuatan Film itu sebenarnya berawal dari rasa kehawatiranya terhadap perkembangan Film yang semakin tidak terkontrol. “Terkadang kita terbawa emosi ketika menonton Televisi, tetapi kita tidak bisa melawan dan berbuat apa-apa, makanya kita harus bijak dan cerdas menyikapinya, salah satunya ya dengan membuat Film itu”, jelasnya.Lebih lanjut, pria yang juga aktivis PMII era 80-an itu mencontohkan, jika film-film Holywood bisa menjadi “kiblat”di Indonesia, maka kita seharusnya juga bisa membalikkan keadaan itu, dan menjadiakan film-film produksi anak-anak Negeri menjadi kiblat mereka. “Satu Contoh, Film Holywood saat ini telah menjadi kiblat. Betapa tidak, jika film-film itu lagi tayang, tidak jarang kita mengabaikan aktivitas kita termasuk mau sholat masih nunggu jeda iklan”, jelasnya sambil tertawa.

“Dari fenomena ini, jika meraka (Film Holywood) mampu mengubah “kiblat”kita, mengapa kita tidak bisa? Saya yakin kita pasti bisa mengubah kiblat mereka”, sambungnya dengan nada optimis.Bayu menjelaskan, sebenarnya setiap orang memiliki ide-ide dan gagasan kreatif setiap hari, jika tidak memilikinya tak ubahnya seperti robot. Tetapi terkadang ide itu terlewatkan tanpa bisa diwujudkan. “Sebenarnya kita setiap hari punya ide-ide cemerlang, tetapi kita tidak mampu memunculkan ide itu, nah tugas kita adalah mem-visualkan ide itu dalam bentuk Film”, jelasnya.Di akhir diskusi Bayu berharap, suatu saat nanti ada generasi-generasi muda dari “pinggiran” yang mampu membuat karya hebat. “Saya berharap, nantinya ada karya generasi muda yang muncul, awalnya generasi itu tidak diperhitugkan sama sekali di perFilman Indonesia, tetapi mereka mampu membuat karya hebat yang kemudian diperhitungkan”, pungkasnya. (Dya’)

Studi Banding ke Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Suka

IAIT Kediri.- Dalam rangka meningkatkan kualitas peserta didik, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri, mengadakan studi banding ke Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (25/03). Acara yang diikuti oleh jajaran Dekanat dan mahasiwa KPI ini mulai sejak pukul 13.00 di Auditorium UIN Suka.

Pada awal saambutannya, Dekan Fakultas Dakwah IAI Tribakti Kediri, Drs. Bustomi Mustofa, M.Pd.I., menjabarkan masksud dan tujuan kedatangannya beserta rombongan yang terdiri dari 52 peserta dan 8 jajaran dekanat ke UIN Sunan Kalijaga. Kunjungan itu dimaksudakan untuk “Ngansu Kaweruh” terhadap perkembangan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi di UIN Suka. “Tujuan kami ke mari adalah Ngansu Kaweruh dan berdiskusi tentang bagaimana Fakultas Dakwah di kembangkan, mengingat di Tribakti mahasiwa KPI terbilang minoritas”, jelasnya.

Lebih lanjut, Bustomi Mustofa menjelaskan, mahasiswa KPI di Tribakti mungkin sedikit berbeda karena memiliki kultur pondok pesantren Lirboyo Kediri. Tentu hal itu tidak cukup, mengingat di Prodi KPI, mahasiswa tidak hanya di tuntut untuk paham agama tetapi juga menguasai Tekhnologi yang semakin pesat. “Mahsiswa KPI Tribakti rata-rata adalah anak-anak Pondok Pesantren Lirboyo, tentunya itu semakin lengkap jika di imbangi dengan pemahaman tekhnologi yang baik”, lanjutnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Suka, Dr. H. Waryono, M.Ag., selaku tuan rumah menyambut baik kunjungan dari Prodi KPI Fakultas Dakwah IAIT Kediri. Dalam sambutanya, dia berharap ada tindak lanjut dari pertemuan ini berupa kerjasama di berbagai bidang, baik itu di bidang kemahaiswaan maupun pengembangan kampus. “Harapan saya, setelah ini ada kesepakatan atau penandatanganan Master of Undestanding (MoU), untuk meningkatkan potensi mahasiswa dan pengembangan Fakultas Dakwah ke depan, mengingat Tribakti adalah kampus yang sudah terbilang tua dan memiliki begron Pondok besar Lirboyo”, ujarnya.

Pada akhir kunjungan, Wakil Dekan I Fakultas Dakwah IAIT Kediri, A. Jauhar Fuad, M.Pd., mewakili seluruh rombongan memberikan cinderamata sebagai kenang-kenangan dan menjadi awal dari kejasama jangka panjang kedua Kampus. Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah UIN Suka menyerahkan cinderamata yang diterima oleh Dekan Fakultas Dakwah IAI Trbakti Kediri. (Dya)

Foto-foto selengkapnya klik disini

   
     
Page 1 of 11