Seminar Nasional Dakwah Berkibar II KPI IAIT Kediri 2017

Selain pelaksanaan final competition, pada hari Sabtu, tepatnya tanggal 18 Maret 1017. Juga dilaksanakan Seminar Nasional sekaligus public Speaking, yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor I IAIT Kediri yakni beliau KH. Reza Ahmad Zahid, Lc.MA,. Pada event ini sudah menampung peserta sebanyak 233 dari total keseluruhan, yakni dari UTM Madura, IAIN Tulungagung, STAIN Kediri, IAIN Jember, UNTAG Surabaya, UNISBA Blitar, UIN Malang, LSM Sapuan Blitar dan Mahasiswa internal IAIT Kediri. Dan juga turut bepartisipasi dari Bank Indonesia yang besosialisasi tentang emisi keuangan tahun 2016.

 

Sambutan sekaligus pembukaan oleh Wakil Rektor I IAIT Tribakti

Sambutan dari Mohammad Fikri Abdillah selaku Ketua Dakwah Berkibar II

Suasana para tamu undangan dan peserta Seminar Nasional

Mahasiswa Komunitas public Speaking UTM Madura bersama Dosen pengampu EO dan Komisioner KPIP Jakarta

 

 

Diskusi Komunitas Mahasiswa Psikologi Kediri

Mahasiswa Psikologi Islam Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri dan Mahasiswa Psikologi STAIN Kediri yang tergabung dalam komunitas Mahasiswa psikologi Kediri menggelar diskusi psikologi  Indiginous Bersama Siswa Siswi SMAN 1 Wates  pada senin 23 Januari 2017  di pendopo situs resmi  Bung karno Wates kediri. Diskusi juga di hadiri oleh Sunarno S.Psi,M.A selaku dosen pembimbing dan ki Russidiq wachid Harisna yang memang seorang budayawan dan pemateri diskusi tersebut.

Berbicara budaya bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia apalagi Jawa, Indonesia adalah salah satu dari negara di dunia yang memiliki budaya yang sangat banyak, contohnya saja musik gamelan. Musik gamelan adalah alat musik tradisional jawa yang eksistensinya hampir di lupakan oleh masyarkat, entah di anggap sebagai alat musik kuno, ketinggalan atau  bahkan kampungan, tapi faktanya orang orang barat sekarang malah tertarik untuk mengkaji bunyi instrumen alat musik jawa ini. Bunyi musik yang khas di manfaatkan untuk terapiautik khususnya bagi penderita penyakit jiwa di kalangan orang barat seperti stress dan gangguan kiea lainya. bagian ini yang menarik…! bagaimana bisa musik gamelan di gunakan sebagai terapi?

Musik gamelan terdiri dari beberapa alat musik di antaranya Gendang, Saron, Demung, Gambang, Gender, Kenung, Bonang, Gong dll. Masing masing alat musik memiliki peran yang berbeda beda namun saling melengkapi satu dengan yang lain, sehingga mampu menciptakan bunyi nada yang harmoni. Inilah yang membuat saya tertarik untuk mengkaji musik gamelan dari perspektif psikologi, karena musik gamelan memiliki has irama musik jawa yang mencerminkan keselarasan hidup, sebagaimana prinsip hidup yang di anut oleh orang jawa yakni sikap gotong royong ,saling melengkapi dan seimbang sehingga komposisi musik yang lengkap ini membuat perasaan jiwa menjadi tentram. Ujar ki Russidik selaku pemateri (ANJAR AZHAR)

Dokumentasi:

   

Mahasiswa Psikologi Islam Tribakti Mengikuti Seminar di STAIN Kediri

Seminar Ilmiah dengan tema persatuan bangsa pada tanggal 14 Januari 2017 yang di adakan oleh DEMA Psikologi Islam STAIN Kediri dan anggota ILMPI (Ikatan lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia) yang bertempat di aula rektorat lantai 4 kampus STAIN kediri berjalan dengan lancar, seminar yang juga di hadiri oleh Prof. Drs tadjoer M.Pd dari Jombang selaku pemateri di ikuti dengan seksama oleh peserta seminar.

Peserta yang datang dari berbagai penjuru di antaranya UTM Madura, UNTAG Bojonegoro, IAIN Tulung Agung UTS Sumbawa, UNDAR Jombang, UNMUH Jember, UIN Surabaya, Universitas Yudartha Pasuruan, Universitas Negeri Malang, Univeritas Merdeka Malang, Univeritas Negeri Surabaya, STAIN Kediri dan IAIT Kediri, yang tergabung dalam ILMPI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia) wilayah V Jatim, Madura dan Bali.

Seminar ini bertujuan untuk mengembalikan lagi rasa nasionalis dan rasa patriotis pada diri mahasiswa yang memang menjadi agen of change, apalagi di era zaman sekarang yang memang sudah terkikis dan terdegradasinya rasa jiwa untuk bernasionalis dan berpatriotis pada diri masyarakat. Dan seminar ini juga bertujuan agar mahasiwa psikologi yang tergabung ILMPI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia) ikut berperan aktif dalam mewujudkan wawasan kebangsaan terutama ideologi pancasila yang sekarang sudah mulai hilang pada diri masyarakat indonesia. Ujar Riza Ma’rifatuz selaku ketua pelaksana Tersebut. (Anjar Azhar)

Seminar Psikologi Postitif Dalam Konteks MultiKultural

Tersaji dalam bentuk yg sederhana namun tetap berbobot, seminar Fakultas Dakwah Prodi Psikologi Islam kembali hadir disela-sela jadwal perkuliahan yg begitu padat.  Tepatnya pada hari Rabu 16 november 2016 kegiatan yg dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah ini, mengambil tema besar ” PSIKOLOGI POSITIF DALAM KONTEKS MULTI KULTURAL”.

“Tema ini diambil dalam rangka mengkaji berbagai bentuk keberagaman yg ada di masyarakat  baik itu agama, ras dan suku bangsa ditinjau dalam perspektif psikologi positif agar mahasiswa tahu  bahwa psikologi positif sebagi ilmu, mampu  menjadi solusi berbagai macam problem sosial yg diakibatkan oleh keberagaman ini ” ujar fikri gub BEM DAKWAH.

“Yang tidak kalah penting adalah keberagaman yg merupakan bentuk realitas sosial selalu saja memunculkan berbagai macam persoalan yg  menimbulkan trauma  bagi korban-korbannya. seperti kekerasan bermotif agama, kekerasan karena perbedaan ras, suku kekerasan karena peperangan dan lain sebagainya. dari sinilah psikologi positif  hadir sebagai penyembuh mental para korban kekerasan ini agar mampu melanjutkan hidup kearah yg lebih baik” ujar bapak sunarno sebagai pemateri seminar. seminar ini dihadiri oleh Bapak  Sunarno S.Psi., M.A sebagai pakar ilmu psikologi alumni universitas Gajah Mada sekaligus sebagai pengisi materi.(fkr)

Dokumentasi Kegiatan

   

Seminar Jurnalistik “Dunia Dalam Genggaman”

KEDIRI-BEM Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Tribakti akhirnya unjuk gigi terkait seminar untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya. Hal ini terbukti dengan diadakannya seminar yang bertema “jurnalistik kampus dunia dalam genggaman,” Sabtu, (7/11/2015).

Seminar ini, menghadirkan dua pemateri profesional dalam dunia jurnalistik, Diantaranya Imam Mubarok wartawan merdeka.com dan Fathul Yasin  CMS Direktur jatimtimes.com  yang keduanya merupakan alumni fakultas dakwah.  “Dengan adanya seminar ini diharapkan kedepannya mahasiswa tribakti khususnya fakultas dakwah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam profesional dalam bidang jurnalistik,”  ujar Upit Farikhman Selaku gubernur BEM fakultas dakwah.

“perlu adanya pelumas  yang lebih untuk mencapai klimaks, maksudnya dalam dunia jurnalistik seseorang dituntut untuk belajar dan terus belajar agar mampu mencapai titik puncak sebagai  seorang jurnalis,” ujar Imam Mubarok wartawan merdeka.com. Selain itu, yang tidak kalah penting di era digital ini bukan hanya dunia yang di genggam tetapi akhlakul karimah santri juga harus dipertahankan, imbuhnya.

Dunia sekarang ini memang telah banyak dikuasai media informasi baik cetak ataupun elektronik.  Seorang mahasiswa yang kreatif tidak akan terbawa oleh arus informasi yang masuk tetapi akan memanfaatkannya dengan baik dan berinovasi didalamnya .“Jangan hanya menjadi korban media masa, tetapi warnailah media masa dengan berinovasi didalamnya,” ujar Fathul Yasin CMS jatimtimes.com.

Dalam perkembangan dunia informasi digital  semakin banyak diminati oleh berbagai golongan.  Berdasarkan survei yang dilakukan oleh CNN (Cable Network News) Indonesia, menyebutkan bahwa 85 % pengguna internet telah  menggunakan smartphone sebagai alat untuk memperoleh informasi, dengan semudah itu kita dapat menjangkau infomasi dari seluruh penjuru dunia .  Diakhir seminar Fathul Yasin  juga menawarkan untuk bekerja sama dengan kampus  guna mengembangkan ilmu jurnalistik  dan bergabung dengan kediritimes.com agar kedepannya mahasiswa yang merupakan agen perubahan, dapat mewarnai dunia jurnalistik indonesia. (Fkr/Zky)

Dokumentasi Kegiatan

     
     
     
     
     
     
     
Page 1 of 212